Pada tahun 1960, sel punca dari darah pertama kali digunakan untuk mengobati kanker. Sel Punca Darah ini didapatkan dari sumsum tulang untuk mengobati pasien yang mengidap leukemia.
Pada tahun – tahun pertama, pengobatan dengan cara ini kurang berhasil, akan tetapi seiring waktu, transplantasi / cangkok sumsum tulang menjadi pilihan untuk menyelamatkan jiwa pasien – pasien yang mengidap leukemia dan berbagai macam penyakit kelainan/keganasan darah yang lain. Karena kebutuhan akan sel punca inilah, berbagai riset dan penelitian kemudian berhasil menemukan keberadaan sel punca di dalam darah tali pusat, dan pada akhirnya digunakan dalam transplantasi darah tali pusat.